Aliansi Mahasiswa Kukar Dihadang Orang Tak Dikenal

img

TENGGARONG.Aksi damai yang digelar Aliansi Mahasiswa Kutai Kartanegara berlangsung ricuh ,tepatnya depan gerbang pintu masuk Kantor Bupati Kutai Kartenegara,  Pada Selasa 08/04/2019  Siang. 

Dalam Demo tersebut sekisaran 50 mahasiswa gabungan aliansi mahasiswa Kutai Kartanegara yang menyoroti netralitas ASN dan TNI/Polri pada Pemilu 17 April mendatang. 

Menurut Kordinator Aksi Aliansi mahasiswa,  Ara Putra, bahwa dimulai kericuhan tersebut berawal dari dihadangnya konvoi  sekitar 4 orang tepatnya pas didepan Ponpes PPKP Ribathul Khair sedang menuju kantor bupati.

“Kami akan menyelidiki siapa 4 orang tersebut yang menghadang kami. Ada 7 kawan kami yang terkena pukulan. Dan parahnya lagi ada teman kami yang hidungnya patah dipukul dengan tangan kosong.Dia dipukul secara tiba tiba,  dengan alasannya kami penyenggol, padahalkan kami saat itu berkendara dengan 20 meter Aja dan tidak sedikitpun yang menyenggol orang. Kami tidak tau 4 orang tersebut yang memukul teman kami.Kami juga mempunyai rekaman dan kami akan meyelidiki siapa sih dalang dari pencegatan kami, padahal kami hanya menyampaikan aksi dari keluh kesah mahasiswa supaya tidak terjadi hal seperti ini di daerah kita. " tutur Ara saat ditemui awak media. 

Dia juga menuturkan bahwa saat sampai di depan pintu kantor Bupati Kukar,  Aliansi tersebut sempat di hadang anggota Satpoll PP dan anggota kepolisian Polres Kukar sehingga terjadi dorong mendorong dan terjadinya aksi pemukulan tersebut. 
"Saya tidak tahu mereka menghadang kami dengan alasan tidak ada surat pemberitahuan bahwa ada aksi demo tersebut. Tetapi kami sudah ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian lengkap dengan tempatnya dan mana saja lokasi demo, "katanya. 

Aliansi Mahasiswa Kukar merasa kecewa terhadap penghadangan aksi demo tersebut.
" Kami rencananya melakukan pelaporan dengan barang bukti vidio yang direkam okeh anggota mahasiswa kami, sampai dengan saat ini kami belum ada laporan, kemungkinan besok kami akan melapor ke polsek Tenggarong. "paparnya.rif/poskotakaltimnews.com